Spear - Naruto

Selasa, 23 Oktober 2012

Sistem Starter

SISTEM STARTER
Komponen

  •  Baterai
  •  Kunci kontak
  •  Motor starter
  • Selenoid   : hold-in coil
: pull-in coil
  • Armature
  • Field Coil
  • Komutator
  • Pinion Gear
  • Running Clutch
  • Pull Lever
  • Armature Brake
  • Brush
  •  Fly wheel

  1. b.    Fungsi
       Sistem starter berfungsi untuk memutarkan mesin (poros engkol) sebelum terjadinya proses pembakaran dalam ruang bakar untuk memulai proses kerja mesin. Putaran disalurkan dari motor starter ke poros engkol melalui ring gear pada fly wheel.
Baterai berfungsi sebagai sumber tenaga listrik terhadap seluruh sistem kelistrikan pada kendaraan. Kunci kontak berfungsi sebagai penyambung dan pemutus arus listrik yang mengalir ke motor starter.
Motor starter berfungsi berfungsi untuk memutar poros engkol melalui ring gear pada fly wheel. Motor starter memiliki komponen-komponen di dalamnya dengan fungsinya sebagai berikut:
  • Selenoid        : sebagai switch utama untuk mengatur arus masuk ke motor.
ü Pull-in coil          : menarik plunyer pada solenoid
ü Hold-in coil        : menahan plunyer yang telah ditarik oleh pull in coil.
  • Armature       : membangkitkan gerak daya putar
  • Field coil       : pembangkit medan magnet
  • Pinion gear    : meneruskan putaran armature ke fly wheel.
  • Running clutch: meneruskan putaran motor ke mesin via gigi pinion
  • Pull lever       : mendorong pinion gear akibat gerakan plunyer
  • Armature brake: mengerem sisa putaran armature
  • Brush                        : membuat arus dari coil ke armature pada arah yang tetap
Fly wheel berfungsi untuk meneruskan putaran dari motor starter ke poros engkol, sehingga poros engkol berputar dan menyalakan mesin.

  1. c.     Kerusakan Pada Sistem
       Berikut ini adalah kerusakan yang mungkin terjadi pada sistem starter:
  •  Magnetic Switch
    • Main kontak plate kotor/aus
    •  Pull-in coil putus/short
    •  Hold-in coil putus/short
    •  Plunyer macet
    • Ground terlepas
    • Ø Motor Starter
      • Stator coil putus/short coil putus/short
      •  Armature coil putus/short
      •  Brush aus (pendek)
      •  Komutator short/celah dangkal
      •  Insulator pada brush holder bocor
      •  Brush spring lemah
      •  Bushing aus
      •  Running Clutch : slip
      •  Pinion Gear        : gigi cacat
      •  Starter Relay      : rusak
      •  Kunci Kontak    : kontak tidak sempurna
      •  Baterai
        • terminal kotor
        •  lemah
  1. d.    Prosedur Pemeriksaan
    1. periksa kondisi fisik motor starter kemungkinan adanya cacat.
    2. periksa komutator dan inti armature tidak boleh ada hubungan
    3. periksa hubungan tiap-tiap segmen komutator harus ada hubungan.
    4. periksa field coil terhadap  hubungan antara kawat-kawat harus ada hubungan.
    5. periksa kemungkinan adanya hubungan antara ujung field coil dan frame.
    6.   periksa pull lever kemungkinan aus
    7. pemeriksaan plunyer tidak macet
    8. periksa kebocoran pull-in coil. Periksa kemungkinan terdapat hubungan antara terminal 50 dan terminal C.
    9. pengetesan kebocoran hold-in coil. Periksa kemungkinan terdapat hubungan antara terminal 50 dengan massa.
    10. pengetesan putaran tanpa beban
    11. Pull-in test. Hubungkan positif batera ke terminal 50 dan negatif baterai ke massa dan terminal C, plunyer harus tertarik.
    12. Hold-in test. Lepaskan terminal C, plunyer harus tetap dalam keadaan tertarik.
  2. e.     Kondisi Normal
       Sistem starter dikatakan normal apabila mampu menghasilkan gerak putar menuju ke fly wheel untuk memutar poros engkol dan kemudian menyalakan mesin. Kemudian mampu memutus putaran pinion gear dari fly wheel setelah mesin menyala. Mampu mengubah tenaga listrik menjadi tenaga gerak (putar) untuk menyalakan mesin.

Sumber : http://fuadmje.wordpress.com/2012/02/18/sistem-starter/
 

0 komentar:

Posting Komentar